Ngamuk Lagi Masuk RI, Gejala Covid Varian Baru Tampak di Mata

Pengunjung pusat perbelanjaan juga terlihat di Pondok Indah Mall 1 pada (2/1/2023). Meskipun PPKM telah dicabut para pengunjung mall tetap mematuhi peraturan dengan menggunakan masker saat berkeliling mall. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Laju penularan Covid kembali memuncak di sekitar libur Hari Raya Idul Fitri 2023. Pemicunya adalah Covid varian Arcturus asal India. Kemenkes memberikan imbauan agar warga RI berhati-hati dan memperhatikan gejala Covid varian baru tersebut.

Kementerian Kesehatan meminta agar masyarakat kembali menggunakan masker hingga menjalani hidup sehat. Hal ini menyusul adanya lonjakan kasus Covid-19 dari varian Arcturus dari India.

“Masyarakat agar aktif kembali memakai masker, terutama untuk orang yang sedang sakit (flu), orang yang kontak erat dengan orang yang sedang sakit, dan apabila kita berada di keramaian dan kerumunan. Tidak lupa jaga kesehatan untuk mencegah kasus kembali naik,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril, dikutip Senin (24/4/2023).

Subvarian terbaru dari Covid, Arcturus, tengah menjadi kekhawatiran baru. Apalagi varian ini dilaporkan telah menjadi biang kerok lonjakan kasus Covid di 29 negara, termasuk India, Brunei Darussalam, Singapura, Malaysia, Thailand dan Australia.

Arcturus merupakan nama lain dari subvarian XBB.1.19. Menurut WHO, XBB.1.16 merupakan rekombinan dari BA.2.10.1 dan BA.2.75 dan berbagi mutasi dengan XBB.1.5.

Mutasi varian baru ini dikaitkan dengan tingkat penularan dan tingkat infeksi yang lebih tinggi.

Namun, laporan sejauh ini tidak menunjukkan peningkatan rawat inap, masuk ICU, atau kematian Arcturus.

Semua pasien dilaporkan mengalami gejala ringan. Lalu apa saja gejala Covid Arcturus?

Gejala Covid varian Arcturus

Pada dasarnya, gejala Covid-19 subvarian Omicron Arcturus mirip dengan subvarian sebelumnya. Namun, dalam beberapa kasus ada gejala paling khas, yakni mata memerah, gatal, dan lengket.

“Tapi tidak semua kasus (mengalami mata merah), sehingga itu jangan dijadikan patokan,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI dr Mohammad Syahril.

Selain itu, gejala lainnya hampir mirip dengan varian Covid sebelumnya, termasuk batuk, demam, nyeri saat menelan, nyeri tenggorokan, sakit di seluruh badan, dan nafsu makan menurun.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*