Kisah Pria yang Hidup Nyeker Selama 20 Tahun Demi Kesehatan

Joseph DeRuvo Jr. Pria yang berjalan tanpa menggunakan alas sendal selama 20 tahun. (Tangkapan Layar Instagram @josephderuvo)

Mungkin hampir setiap orang mengenakan alas kaki saat menjalani aktivitas sehari-hari di luar. Namun tidak sedikit juga yang merasa bahwa menggunakan alas kaki membuatnya tidak nyaman.

Hal ini pula yang dialami Joseph DeRuvo Jr yang telah hidup tanpa alas kaki alias nyeker selama hampir 20 tahun. Pria asal Norwalk, Connecticut, Amerika Serikat itu pun menyadari bahwa banyak membuat orang tidak menyukai pilihan hidupnya ini.

DeRuvo merasa kakinya lebih bersih dibanding sol  bawah sepatu atau sandal yang dikenakan banyak orang. Karena itu dia memilih tidak memakai sepatu dalam berbagai aktivitas.

“Orang-orang merasa aneh dan jijik kepada saya,” kata DeRuvo, yang baru-baru ini diprofilkan di New York Times seperti dikutip CBC.

Kendati demikian, DeRuvo punya alasannya sendiri dan dia bersedia dengan senang hati menjelaskan secara spesifik kepada orang yang di sekitarnya.

Alasan pertama adalah medis. DeRuvo memiliki bunion (suatu benjolan tulang yang terbentuk pada sendi di pangkal jempol kaki) yang benar-benar buruk. Dan dia tidak bisa dioperasi karena alergi logam.

Tentu saja ada cara lain untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan bunion. Pemisah jari kaki, misalnya, atau alas kaki yang lebih nyaman. Tapi DeRuvo juga punya motivasi lain.

Dia mengaku punya masalah kecemasan, dan beraktivitas tanpa sepatu bisa membantu mengatasi masalah itu.

“Ketika kaki saya tidak menyentuh tanah, saya merasa sedikit lebih tegang dari biasanya. Tapi ketika saya bisa merasakan tanah, itu benar-benar membantu dan memberi saya ketenangan,” papar DeRuvo.

Kemudian untuk alasan ketiga, katanya, adalah spiritual.

“Ada proses meditatif dan doa. Dan jika ada yang senang dengan kisah Perjanjian Lama tentang Tuhan yang berbicara kepada Musa dari semak belukar, Anda tahu, Tuhan berkata, ‘Tanah ini suci. Saya berpegang pada itu dan saya mencoba untuk menjalaninya sebisa saya,” katanya.

Lantaran kebiasaannya itu kadang-kadang tidak sedikit pegawai toko mengusir DeRuvo. Tapi dia tetap tenang dan menjelaskan bahwa mereka tidak dapat mendiskriminasi DeRuvo hanya karena masalah alas kaki.

“Saat saya memeriksakan diri ke dokter, dokter memeriksa denyut nadi di pergelangan tangan dan juga di pergelangan kaki. Dan dia selalu tercengang karena denyut nadi di pergelangan kaki saya lebih kuat daripada kebanyakan orang di pergelangan tangan mereka. Tubuh saya beradaptasi,” paparnya.

Meski begitu, DeRuvo tetap memiliki beberapa pengecualian di mana dia akan mengenakan alas kaki sementara waktu, yakni saat mengelas di bengkelnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*