Kasus Bayi Sungsang Lahir Kepala Terputus, Ini Kata Dokter

Ilustrasi bayi (Designed by jcomp / Freepik)

Beberapa waktu lalu, seorang bayi perempuan di Brasil meninggal dunia setelah lahir dengan kondisi kepala terputus, Senin (1/5/2023) lalu. Peristiwa tersebut ternyata juga pernah terjadi di Indonesia, tepatnya di Riau.

Melansir dari Detik, seorang bayi di Indragiri Hilir (Inhil), Riau, dinyatakan meninggal setelah lahir dengan kondisi https://dwslot88apk.com/ kepala terputus, Jumat, 26 Agustus 2022 lalu. Diketahui, bayi tersebut berada di posisi sungsang atau posisi kepala di bagian atas rahim.

Lalu, apakah fenomena kepala bayi putus saat persalinan cukup sering terjadi?

Menanggapi hal tersebut, dokter spesialis kandungan, dr. Dinda Derdameisya mengatakan bahwa kehamilan dengan posisi bayi sungsang memang berisiko terjadi head entrapment atau kepala terjebak di dalam jalur lahir.

“Persalinan bokong (persalinan sungsang), terutama anak pertama memang direkomendasikan untuk melakukan persalinan sesar. Sebab, risiko terjadinya head entrapment atau kepala yang terjebak di dalam dan tidak bisa keluar besar kemungkinannya,” ujar dr. Dinda kepada CNBC Indonesia, Senin (15/5/2023).

Dinda menjelaskan bahwa kepala adalah anggota tubuh terbesar bayi. Maka dari itu, risiko head entrapment tinggi terjadi bila posisi bayi sungsang, terlebih bila berat badan bayi cukup berat.

“Bayi itu bagian terbesarnya kepala. Saat kepala lahir duluan, sudah pasti anggota badan lain bisa keluar. Namun, ketika badan dulu yang keluar, berarti bagian terbesarnya masih belum bisa keluar. Nah, itu memiliki risiko yang tinggi,” papar dr. Dinda.

Dengan demikian, dr. Dinda menegaskan bahwa tindakan operasi sesar harus dilakukan bila posisi bayi telah diketahui sungsang. Namun, ia juga memberikan pengecualian terhadap kelahiran normal bayi sungsang, yakni kelahiran multipara.

“Bayi sungsang direkomendasikan untuk melahirkan dengan sectio caesarea, kecuali kalau misalnya bayi yang posisinya sungsang ini adalah persalinan multipara atau persalinan kesekian,” kata dr. Dinda.

“Sebab, jalan lahirnya sudah dilewati oleh kakak-kakaknya. Jadi, dipikirkan jalannya bisa untuk melahirkan dengan berat badan tertentu. Namun, kalau anak pertama sangat direkomendasikan operasi sesar,” imbuhnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*