Kadin & IGNITE Bikin Program Upskilling Pekerja Perempuan

Kadin Indonesia

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Ignite Women Networking and Mentorship Program menandatangani nota kesepahaman dalam pemberdayaan perempuan. Kerja sama ini dilakukan untuk melakukan upskilling tenaga kerja perempuan sehingga menambah jumlah tenaga kerja perempuan terampil dan dapat diserap perusahaan.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pemberdayaan Perempuan Tri Hanurita mengungkapkan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk mengembangkan program bimbingan, membantu membangun jaringan antar sesama wanita karier, serta mengembangkan jiwa kepemimpinan para pekerja perempuan di Indonesia.

Menurut dia, program ini menyediakan mentorship dengan memasangkan mentee dan mentor berdasarkan keahlian dan pengalaman masing-masing. Adapun mentorship berjalan selama enam bulan dan dapat diperpanjang lebih lanjut melalui persetujuan dari para mentor.

“Program yang sudah berjalan sejak Januari 2023 turut mengajak perusahaan di Indonesia yang tertarik untuk turut berpartisipasi. Tentunya kami juga berharap akan dapat meningkatkan keterwakilan perempuan di berbagai industri di Indonesia,” ucap Tri dikutip dari siaran pers, Selasa (14/3/2023).

Dia mengharapkan kerja sama antara Kadin Indonesia dan Ignite Women Networking and Mentorship Program dapat menjadi wadah untuk bertukar informasi bagi para perempuan. Khususnya dalam mendukung, mempromosikan, serta memberdayakan perempuan di Indonesia untuk maju sehingga meningkatkan perekonomian Indonesia.

Diketahui pekerja perempuan meninggalkan perusahaan karena tidak diberikan dukungan dan kesempatan dalam pengembangan karier, seperti program mentorship dan networking. Hal ini sebagaimana survei yang dilakukan perusahaan konsultan manajemen global Kearney.

Partner and President Director Kearney Shirley Santoso menyebut mentorship adalah program pengembangan kepemimpinan yang efektif karena berpusat pada keinginan belajar dan passion dalam bekerja.

“Jaringan yang luas juga memungkinkan perempuan untuk belajar dari dalam maupun luar perusahaan mereka agar membantu perempuan membangun visibilitas dan kepercayaan diri dalam kariernya. Sehingga program mentorship sangat penting untuk membangun kepemimpinan perempuan dan kesetaraan gender di Indonesia secara lebih luas,” ucapnya.

Temuan serupa juga didapatkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Di mana partisipasi tenaga kerja formal angkatan kerja perempuan dari 2020 hingga 2022 masih di bawah tenaga kerja laki-laki.

Pada 2020 angka tenaga kerja perempuan sebesar 34,65%, pada 2021 sebesar 36,20%, pada dan 2022 sebesar 35,57%. Sementara, angka tenaga kerja laki-laki pada 2020 sebesar 42,71%, pada 2021 sebesar 43,39%, dan di 2022 sebesar 43,97%.

Senior Partner dan Head of Financial Services Indonesia Egon Zehnder Henny Purnamawati menyebut perempuan masih kurang terwakili pada tingkat manajerial dan kepemimpinan dalam perusahaan.

“(Oleh karena itu) penting sekali bagi tempat kerja untuk mengedepankan keberagaman dan inklusivitas untuk dapat mendukung para pemimpin perempuan. Keberagaman serta inklusivitas juga akan memberikan dampak baik bagi perusahaan secara umum,” ujar dia.

Padahal menurut temuan Citigroup, kesetaraan gender dalam kehidupan bisnis berpeluang dapat meningkatkan angka Produk Domestik Bruto (PDB) global mencapai US$2 triliun. Jumlah ini setara dengan 2% hingga 3% dari total PDB global.

Executive Director Indonesia Business Coalition for Women Empowerment juga menegaskan bahwa kesetaraan gender dapat menghasilkan antara 288 juta hingga 322 juta lapangan pekerjaan baru.

“Pekerja profesional perempuan dapat turut memberikan pandangan yang berbeda dan inovatif sehingga mampu meningkatkan cara perusahaan-perusahaan menjalankan bisnis dan mendorong pertumbuhan,” tambah dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*