Habis Libur Lebaran GOTO Ambles, Kenapa ya?

Gojek dan Tokopedia Bentuk GoTo (Dok. GoTo)

Saham emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terpantau ambles lebih dari 1% pada perdagangan sesi I Rabu (26/4/2023), atau setelah libur panjang Lebaran Idul Fitri 1444 H.

Per pukul 10:04 WIB, saham GOTO ambles 1,05% ke posisi harga Rp 94/saham. Tinggal sedikit lagi saham GOTO menyentuh level psikologis Rp 90/saham.

Saham GOTO sudah ditransaksikan sebanyak 7.978 kali dengan volume sebesar 664,83 juta lembar saham dan nilai transaksinya sudah mencapai Rp 62,11 miliar. Adapun kapitalisasi pasarnya kembali menurun menjadi Rp 112,51 triliun.

Hingga pukul 10:04 WIB, di order offer atau jual, terdapat 717.660 lot antrian di harga Rp 95/saham. Sedangkan antrian jual terbanyak berada di harga Rp 96/saham, yakni sebanyak 1,71 juta lot.

Sementara di order bid atau beli, terdapat 778.440 juta lot antrian di harga Rp 94/saham. Adapun antrian beli terbanyak berada di harga Rp 92, yakni sebanyak 1,95 juta lot.

Belum diketahui secara jelas penyebab merosotnya harga saham GOTO pagi hari ini. Namun, hal ini terjadi setelah perseroan dikabarkan membatalkan penerbitan obligasi wajib konversi (convertible bond) senilai US$ 500 juta atau setara Rp 7,42 triliun, karena akan berfokus mengejar target profitabilitas.

Mengutip Bloomberg, Senin lalu, setelah menurunkan target dana penerbitan convertible bond dari US$ 1 miliar, GOTO akhirnya membatalkan pembicaraan dengan calon investor.

Berdasarkan sumber Bloomberg, perusahaan yang melakukan negosiasi dengan GoTo termasuk BlackRock Inc., firma ekuitas swasta PAG dan anak usaha Bank Dunia, International Finance Corp. (IFC).

Negosiasi tahap awal dengan perusahaan masih aktif tahun ini, karena GoTo menurunkan jumlah dana yang dicari di tengah minat investor dan kebutuhan dana yang berkurang. BlackRock termasuk di antara investor yang meneruskan kesepakatan itu.

GOTO dikabarkan memutuskan tidak menjual surat utang karena khawatir akan mengirimkan pesan yang bertentangan kepada investor. GoTo telah memberi tahu investor bahwa kas dan setara kasnya, sebesar Rp 29 triliun cukup untuk mencapai arus kas operasi positif tanpa tambahan dana eksternal.

Adapun GOTO masih membukukan kerugian bersih yang belum diaudit senilai Rp 40,4 triliun sepanjang 2022. Kerugian itu membengkak 56% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Meningkatnya kerugian GOTO salah satunya disebabkan oleh penurunan nilai goodwill yang mencapai Rp 10,9 triliun tahun lalu.

Berdasarkan paparan yang disampaikan kepada media, Senin 20 Maret lalu, nilai goodwill yang dimiliki GOTO merupakan valuasi yang timbul dari merger Gojek dan Tokopedia pada 2021.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*