Baru Setengah Hari Perdagangan, 14 Saham Kena ARB

pembukaan bursa saham

Beberapa saham terpantau ambles dan sudah menyentuh batas auto reject bawah (ARB) saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,33% ke posisi 6.784,81 pada perdagangan sesi I Selasa (7/3/2023).

Hingga pukul 11:30 WIB atau penutupan perdagangan sesi I hari ini, setidaknya ada 14 saham yang ambles dan sudah menyentuh ARB.

Berikut saham-saham yang ambles parah dan sudah menyentuh ARB pada perdagangan sesi I hari ini.

Saham emiten distributor produk fotografi yakni PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) menjadi yang paling parah koreksinya, yakni ambruk hingga 6,99% ke posisi Rp 2.530/saham dan sudah mencetak ARB hingga akhir sesi I hari ini.

Berikutnya ada saham emiten pengadaan barang dan jasa pembangkit listrik yakni PT MegaPower Makmur Tbk (MPOW) yang anjlok 6,94% ke posisi Rp 67/saham.

Bahkan, salah satu saham konstruksi BUMN Karya yakni PT Waskita Karya Tbk (WSKT) kembali masuk ke jajaran saham ARB pada sesi I hari ini, di mana saham WSKT sudah ambles 6,62% menjadi Rp 282/saham.

Saham WSKT diketahui sudah terkoreksi parah sejak Jumat pekan lalu atau sejak suspensinya resmi dibuka kembali oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat lalu.

Belum diketahui secara jelas alasan mengapa ke-14 saham tersebut ambles dan sentuh ARB selain aksi profit taking investor. Namun, hal ini sepertinya masih bentuk dari respons investor akan rencana kembali diberlakukannya ARB asimetris secara bertahap mulai April mendatang.

Sebagaimana diketahui, untuk meredakan kepanikan pelaku pasar seiring anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di awal pandemi 2020, BEI mengubah ketentuan batas ARB menjadi 7% untuk seluruh fraksi harga mulai 13 Maret 2020 hingga saat ini.

Praktis, semenjak itu, ada ketidaksimetrisan (asimetris) antara batas auto rejection atas (ARA) yang merentang dari 20% hingga 35% sesuai fraksi harga dengan ARB yang hanya 7%.

Ini artinya, jika peraturan ARB saat ini sudah kembali ke masa sebelum Covid-19 maka ketika seorang investor membeli satu saham di saat yang tidak tepat, maka investor tersebut dapat menderita kerugian hingga 50% lebih.

Hal ini akan terjadi apabila investor tersebut membeli saham di level ARA 35% dan saham tersebut longsor hingga ARB yakni -35% sehingga sang investor menderita kerugian 51%.

Selain itu, investor yang cenderung wait and see juga turut mempengaruhi pergerakan saham-saham di RI pada hari ini, termasuk saham-saham yang sudah menyentuh ARB.

Investor wait and see jelang pidato Ketua bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell dihadapan Kongres AS pada malam hari ini waktu Indonesia.

Powell akan berpidato terkait kebijakan moneter kedepannya, termasuk kebijakan suku bunga acuan. Hal ini tentunya menjadi sinyal suku bunga dari The Fed yang akan menentukan nasib pasar keuangan Indonesia pekan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*