Anggota KPPS di Gorontalo Mundur Usai Ketahuan Masih Terafiliasi Parpol

Gorontalo – Anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) bernama Salahudin Pakaya di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo mengundurkan diri. Salahudin mundur setelah ketahuan terafiliasi partai politik.
“Bersangkutan menyatakan mengundurkan atau mundur dari KPPS, dia mundur disampaikan ke PPS dengan surat mundur,” kata Ketua KPU Kota Gorontalo Fadly Thaib kepada detikcom, Jumat (9/2/2024).

Fadly mengatakan Salahudin mengundurkan diri pada Kamis (8/2). Salahudin mundur setelah ketahuan masih menjadi anggota parpol dan pernah maju menjadi caleg.

“Info awal kami dapat laporan dari pemberitaan salah satu media di Gorontalo salah satu PPS adalah anggota parpol dan pernah nyaleg,” ujarnya.

Dia menjelaskan, KPU Kota Gorontalo sudah melakukan proses penanganan konfirmasi terhadap anggota PPPK tersebut. Kemudian ditemukan bahwa Salahudin merupakan anggota parpol dari Demokrat.

“Iya benar, beliau sempat bergabung dan nyalegnya di partai Demokrat. Jadi gini dia ini pernah nyaleg itu di 2019 begitu setelah kita telusuri dari proses verifikasi yang bersangkutan caleg 2019 dan dalam ketentuan itu harus lima tahun tidak lagi peserta partai politik,” terangnya.

Lebih lanjut, Fadly menerangkan jika menjadi anggota KPPS ketentuannya sudah diatur dalam undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilihan umum.

“Ketentuannya ada di undang-undang nomor 7 tahun 2017 kemudian PKPU tentang syarat sebagai anggota KPPS dan badan adhoc,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*